PEMANFAATAN EKSTRAKSI TANAMAN MURBEI (Morus alba L.)
TERHADAP RADANG KULIT
UTILIZATION
OF MULBERRY PLANT (Morus alba L.) EXTRACTS AGAINST SKIN INFLAMMATION
Sania
Salsabilla Nurhanna
Jl.
Kelapa Sawit 8 bumi berkat kel. Sei Besar Banjarbaru Kalsel
Email:
salsabillasania19@gmail.com
ABSTRAK
Tanaman murbei dengan nama lain Morus alba L. adalah salah satu tanaman yang berguna untuk
mengatasi peradangan pada kulit yang berjerawat yang disebabkan oleh bakteri p.acne. Selain buahnya yang dapat dikonsumsi langsung, daunya
juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok ulat sutera. Salah satu
kandungan yang terdapat didalam daun murbei dapat dimanfaatkan sebagai
antiinflamasi atau anti radang pada kulit yang berjerawat.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar
konsentrasi yang terdapat didalam tanaman daun murbei untuk menghambat pertumbuhan
bakteri sebesar 95% pada daun tanaman murbei dan 85% pada buah murbei. Cara
pengolahan tanaman murbei yang efektif untuk mengurangi radang kulit radang ialah
dengan cara mengambil
satu genggam daun murbei segar, cuci bersih dan rebus dengan 2 gelas air
biarkan hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan dan kemudian saring airnya lalu minum sekaligus. Rebusan daun
murbei ini juga bermanfaat untuk membersihkan darah jika diminum secara teratur.
Hasil
penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak ethanol daun dan buah murbei dalam
beberapa macam konsentrasi dapat menghambat pertumbuhan koloni p.acne.
Penghambatan pertumbuhan koloni p.acne ditunjukkan dengan terbentuknya
zona hambat pertumbuhan koloni bakteri di sekitar lubang sumuran pada medium
nutrien agar yang telah diinokulasi dengan kedua spesies bakteri tersebut. Ke
dalam lubang sumuran dimasukkan ekstrak daun murbei dan ekstrak buah murbei
dalam beberapa macam konsentrasi, yaitu 0%, 5%, 15%, 25%, 35%, 45%, 55%, 65%,
75%, 85%, dan 95%. Senyawa
quersetin dan anthosianin yang merupakan senyawa fenol dapat berikatan dengan
protein membran sel bakteri pada bagian ikatan hidrogen, sehingga menyebabkan
perubahan struktur protein. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan
semipermiabilitas membran sel. Air bersama nutrisi dalam sitoplasma keluar dari
sel, sehingga metabolisme seluler terganggu dan ATP yang dihasilkan akan
menurun, maka dapat terjadi penghambatan pertumbuhan dan kematian sel bakteri
Kata
kunci: daun murbei, radang, jerawat
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dewasa ini, polusi udara semakin meningkat hingga
menyebabkan kulit menjadi kering bahkan tidak jarang pula kulit menjadi
berjerawat. Polusi membuat kulit rentan teritasi oleh kuman dan bakteri. Kulit
yang sensitif dan halus membuat bakteri dengan mudah mengiritasi, salah satu
kulit yang sensitif ialah kulit wajah. Kulit yang sensitif membuat bakteri
dengan mudah dapat masuk kedalam pori-pori dan menyebabkan iritasi hingga
radang. Di zaman modern seperti sekarang ini tidak jarang menemukan
produk-produk kecantikan yang menawarkan berbagai macam sediaan untuk mengatasi
jerawat. Banyak produk kecantikan menawarkan perawatan dengan harga yang
bervariasi. Hal itu membuat beberapa oknum tidak bertanggung jawab membuat
produk kecantikan dengan bahan-bahan yang berbahaya tanpa memikirkan efek
samping yang akan terjadi.
Tanaman murbei dengan nama lain Morus alba L. adalah salah satu tanaman yang berguna untuk
mengatasi peradangan pada kulit yang berjerawat yang disebabkan oleh bakteri p.acne. Selain buahnya yang dapat dikonsumsi langsung, daunya
juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok ulat sutera. Salah satu
kandungan yang terdapat didalam daun murbei dapat dimanfaatkan sebagai
antiinflamasi atau anti radang pada kulit yang berjerawat.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat disimpulkan
bahwa rumusan masalah ialah sebagai berikut:
1.
Berapakah
konsentrasi yang didapat agar bakteri p.acne terhambat?
2.
Bagaimanakah
cara pengolahan tanaman murbei yang efektif untuk mengurangi radang kulit?
C.
Tujuan
Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka dapat
disimpulkan bahwa tujuan penelitian ini ialah sebagai berikut:
1.
Untuk
mengetahui kadar konsentrasi tanaman murbei agar dapat menghambat pertumbuhan
bakteri p.acne.
2.
Untuk
mengetahui cara pengolahan tanaman murbei yang efektif untuk mengurangi radang
kulit.
BAB II
ISI
Dewasa
ini, semakin banyak orang yang mengeluh tentang masalah kulit wajah dan yang
paling sering dikeluhkan banyak orang adalah tentang kulit wajah yang
berjerawat. Kulit wajah yang sering berjerawat tidak hanya karena pola hidup
yang tidak sehat melainkan juga karena bakteri yang hidup dan berkembang di kulit.
Telah banyak inovasi-inovasi yang diciptakan untuk mencegah jerawat bahkan
tidak sedikit pula klinik-klinik kecantikan yang menawarkan beberapa perawatan
termasuk perawatan untuk pencegahan jerawat. Tidak banyak yang tahu, sebenarnya
jerawat dapat dihindari dengan cara menghentikan perkembangbiakkan bakteri
penyebab jerawat yang menyebabkan terjadinya radang pada kulit dan menjaga pola
hidup sehat. Salah satu cara mengatasi dan mencegah timbulnya jerawat ialah
dengan menggunakan daun murbei. Murbei sendiri tanaman yang berasal dari Cina
dan juga tumbuh di kawasan Asia dan Afrika. Hampir semua bagian dari tanaman
murbei memiliki manfaat, tidak hanya buahnya yang manis dan dapat dikonsumsi
secara langsung. Buahnya yang manis dan kaya akan vitamin C dapat membuat daya
tahan tubuh lebih kuat. Daunnya pun dimanfaatkan para petani ulat sutera
sebagai makanan pokok ulat sutera.
Pada
tanaman murbei, memiliki sifat kimiawi yang menjadi ciri khas tanaman murbei
yaitu daun yang bersifat pahit, manis, dan terasa dingin saat masuk kedalam meridian
paru dan hati. Sedangkan buahnya bersifat manis, dingin saat masuk kedalam meridian
jantung, hati dan ginjal. Kulit akar bersifat manis, sejuk saat masuk
kedalam meridien
paru. Ranting pahit, netral, masuk meridien hati. Pada daun murbei kandungan yang
didapat dalam flavonoid memiliki khasiat sebagai anti inflamasi yaitu mencegah
terjadinya peradangan, selain itu juga dapat mempercepat perbaikan jaringan dan
sangat efektif untuk menstimulasi regenerasi sel. Hal ini terbukti dengan
adanya pernyataan menurut The Journal of Functional Foods tahun 2013. Ini membuktikan bahwa,
daun murbei dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit yang diakibatkan
oleh jerawat. (martinrosyan, 2013)
Selain
itu, daun murbei juga berkhasiat sebagai anti kanker yang dinyatakan dalam
riset Evidence
Based Complement Alternat Medicine tahun 2013 yang
menyatakan bahwa daun murbei memiliki kandungan anti oksidan memadai untuk
bekerja sebagai anti kanker. Kandungan antosianin, quercetin, polifenol,
kaemferol dan methanolic acid terbukti bekerja dengan fungsi menghambat
terjadinya kerusakan DNA dan kerusakan fungsi regenerasi sel yang bisa memicu
terbentuknya sel kanker. Kandungan kimia yang terdapat dalam daun
murbei ialah ecdysterone,
lupeol, betasitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopolin, alfa,
betahexenal, cis b eta hexenol, cis lamdahexenol, benzaidehide, eugenol,
lanaloobenzyl alkohol, butylamine, acetone, trigonelline, cholin, adenin, asam
amino, asam folat, copper, zinc, vitamin (A,B1,C dan Karoten), asam klorogenik,
asam fumarat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol dan juga mengandung
phytoestrogens. Kandungan yang terdapat pada
tanaman murbei inilah yang membuat murbei memiliki banyak manfaat.
(martinrosyan, 2013)
Radang
sendiri ialah respon suatu organisme terhadap patogen dan alterasi mekanis dalam jaringan yang berupa rangkaian reaksi yang terjadi pada
jaringan yang mengalami cedera, seperti karena terbakar, atau terinfeksi. Radang
atau inflamasi adalah satu dari respon utama sistem
kekebalan terhadap infeksi dan iritasi. Inflamasi distimulasi oleh faktor kimia (histamin, bradikinin, serotonin, leukotrien, dan prostaglandin) yang dilepaskan oleh sel yang berperan sebagai mediator radang di dalam sistem
kekebalan untuk
melindungi jaringan sekitar dari penyebaran infeksi. Di kutip dalam Kamus Kedokteran Dorland, radang ialah respon protektif setempat yang ditimbulkan oleh
cedera atau kerusakan jaringan, yang berfungsi menghancurkan, mengurangi, atau
mengurung baik agen pencedera maupun jaringan yang cedera itu. Selain itu, Menurut
Katzung (2002), radang ialah suatu
proses yang dinamis dari jaringan hidup atau sel terhadap suatu rangsang atau
injury (jejas) yang dilakukan terutama oleh pembuluh darah (vaskuler) dan
jaringan ikat (connective tissue). (katzung, 2002)
Terminologi yang terkait pada peradangan
ialah sebagai berikut:
Edema : cairan yang berlebihan dalam jaringan interstisial atau
rongga tubuh; dapat berupa eksudat ataupun transudat.
Eksudat : cairan radang ekstravaskular dengan kadar protein yang
tinggi dan debris seluler; berat jenisnya di atas 1,020.
Eksudasi : ekstravasasi cairan, protein, dan sel-sel darah dari
pembuluh darah ke dalam jaringan interstisial atau rongga tubuh.
Pus : nanah; eksudat radang yang purulen & banyak
mengandung sel-sel neutrofil serta debris.
Transudat : cairan ekstravaskular dengan kadar protein yang rendah
dan berat jenis di bawah 1,012; pada hakekatnya, transudat merupakan
ultrafiltrat plasma darah yang terbentuk karena kenaikan tekanan cairan atau
penurunan tekanan osmotik di dalam plasma. (dwikarya, 2008)
Selain membawa dampak buruk, radang juga
membawa dampak positif yang dapat befungsi sebagai:
1.
Melokalisasi dan mengisolasi jaringan yang mengalami jejas
melindungi jaringan sekitar yang sehat.
2.
Menetralisasi dan inaktifasi zat-zat toksis yang
dihasilkan oleh faktor humoral dan enzim.
3.
Merusak dan membatasi pertumbuhan mikroorganisme yang
menginfeksi.
4.
Mempersiapkan daerah yang sakit untuk penyembuhan dan perbaikan.
(dwikarya,
2008)
Ada beberapa jenis radang yang sering
terjadi salah satunya adalah radang kulit yang sering dikeluhkan oleh banyak orang.
Radang kulit ialah suatu gejala pada kulit
saat jaringan terinfeksi oleh bakteri atau virus. Ada dua jenis radang yang sering terjadi
pada kulit yaitu:
1.
Sebhorrheic dermatitits
2.
Atopic dermatitis (eczema) (dwikarya, 2008)
Radang
pada kulit juga dapat menyebabkan jerawat, jerawat yang disebabkan oleh radang
terjadi akibat kantung folikel yang ada didalam dermis menggembung karena
berisi lemak padat yang kemudian pecah sehingga menyebabkan serbuan sel darah
putih ke sekitar folikel sebasaea. Peradangan yang terjadi akan semakin parah
jika bakteri dari luar juga masuk kedalam pori-pori akibat perlakuan yang
salah. Radang yang menyebabkan jerawat mempunyai ciri khas berwarna merah,
cepat membesar, berisi nanah, dan terasa nyeri. Penyebab kemunculan jerawat
sendiri ialah sebagai berikut:
1.
Produksi minyak berlebih
2.
Bakteri
3.
Sel-sel kulit mati yang
menumpuk
4.
Faktor hormon
5.
Mengonsumsi minuman
bersoda
6.
Adanya tekanan pada kulit
(dwikarya, 2008)
jerawat
terjadi karena bakteri p.acne mengubah
lemak sebum dari bentuk cair menjadi lebih padat sehingga menyebabkan
tersumbatnya pori-pori. Ada empat faktor terjadinya penyebab jerawat, yaitu
sebagai berikut:
1.
Adanya sumbatan yang
terjadi pada pori-pori kulit akibat sebum yang berubah menjadi padat
2.
Meningkatnya produksi
sebum akibat pengaruh hormonal, kondisi fisik, dan fisiologi.
3.
Meningkatnya populasi dan
aktivitas yang disebabkan oleh bakteri p.acne karena
bakteri tersebut terdapat dibawah muara kelenjar sebasea dan memakan lemak
sebum.
4.
Reaksi radang yang
terjadi akibat serbuan sel darah putih yang pecah. (dwikarya, 2008)
Sebum
dan keringat bermanfaat sebagai pembentuk dan pertahanan pH kulit. Penyebab
utama sebum menjadi padat ialah karena melakukan diet tinggi pada lemak dan
aktivitasi bakteri yang merubah asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh.
Cuaca dan keadaan fisik atau psikis dapat meningkatkan produksi sebum pada
kulit. Bendungan kelenjar sebasea akan mengakibatkan pecahnya bendungan
kelenjar dan memancing sel darah putih masuk kedalam kelenjar tersebut.
(dwikarya, 2008)
Hasil
penelitian yang dilakukan oleh (Utami, dkk. 2012) menyebutkan bahwa hasil analisis data
tentang pengaruh perlakuan ekstrak daun dan buah murbei terhadap penghambatan
pertumbuhan koloni p.acne dengan ANAVA
menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa ada
pengaruh yang signifikan terhadap perlakuan pemberian
ekstrak daun dan buah murbei terhadap penghambatan pertumbuhan koloni p.acne.
Hasil uji Duncan 5%
membuktikan adanya perbedaan pengaruh perlakuan antara
ekstrak daun dan ekstrak buah murbei dalam beberapa macam konsentrasi terhadap
diameter zona hambat pertumbuhan koloni p.acne. Konsentrasi ekstrak
daun murbei yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan p.acne ialah 85%. Konsentrasi ekstrak buah murbei yang paling
efektif dalam menghambat pertumbuhan p.acne juga pada konsentrasi
85%.
Uji Duncan 5% Penghambatan Pertumbuhan Koloni p.acne yang Diperlakukan dengan Ekstrak Daun dan Buah Murbei
dalam Beberapa Macam Konsentrasi
|
Konsentrasi
|
Rerata Diameter Zona Hambat Pertumbuhan
|
Notasi
|
|
Buah 0%
Daun 0%
Buah 5%
Daun 5%
Buah 25%
Daun 25%
Buah 15%
Daun 15%
Buah 35%
Daun 35%
Buah 55%
Daun 55%
Buah 45%
Daun 45%
Buah 95%
Daun 95%
Buah 65%
Daun 65%
Buah 75%
Daun 75%
Buah 85%
Daun 85%
|
0,7000
0,7000
0,7000
0,7000
2,2500
1,4000
2,7500
0,5000
3,5000
0,9750
3,5750
2,5500
4,0000
1,7500
4,1250
2,7250
4,5000
2,3000
4,5000
2,2500
5,0750
2,5250
|
a a
a a b
b b a
c
a c
e d c
d e d
e d d
e e
|
Berbagai jenis
tumbuhan telah dimanfaatkan oleh manusia sejak lama sebagai bahan obat herbal.
Beberapa macam penyakit dapat diobati dengan obat herbal. Salah
satunya ialah daun dan buah murbei yang telah dimanfaatkan
untuk mengobati beberapa macam penyakit. Dalam ekstrak ethanol daun murbei
terkandung senyawa quersetin dan anthosianin yang termasuk dalam kelompok
glikosida flavonoid. Senyawa ini bersifat antibakteri.
Hasil penelitian ini
membuktikan bahwa ekstrak ethanol daun dan buah murbei dalam beberapa macam
konsentrasi dapat menghambat pertumbuhan koloni p.acne. Penghambatan pertumbuhan koloni p.acne ditunjukkan dengan terbentuknya zona hambat pertumbuhan
koloni bakteri di sekitar lubang sumuran pada medium nutrien agar yang telah
diinokulasi dengan kedua spesies bakteri tersebut. Ke dalam lubang sumuran
dimasukkan ekstrak daun murbei dan ekstrak buah murbei dalam beberapa macam
konsentrasi, yaitu 0%, 5%, 15%, 25%, 35%, 45%, 55%, 65%, 75%, 85%, dan 95%.
Senyawa quersetin dan
anthosianin yang merupakan senyawa fenol dapat berikatan dengan protein membran
sel bakteri pada bagian ikatan hidrogen, sehingga menyebabkan perubahan
struktur protein. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan semipermiabilitas
membran sel. Air bersama nutrisi dalam sitoplasma keluar dari sel, sehingga
metabolisme seluler terganggu dan ATP yang dihasilkan akan menurun, maka dapat
terjadi penghambatan pertumbuhan dan kematian sel bakteri.
Konsentrasi ekstrak
daun murbei yang pailng efektif dalam menghambat pertumbuhan terhadap p.acne ialah 95%. Adapun konsentrasi ekstrak buah murbei yang
paling efektif baik terhadap p.acne ialah 85%.
Efektivitas daya antibakteri baik ekstrak daun maupun ekstrak buah murbei
cenderung meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak.(utami,
2012)
Cara pengolahan tanaman murbei yang
efektif untuk mengurangi radang ialah dengan cara mengambil
satu genggam daun murbei segar, cuci bersih dan rebus dengan 2 gelas air
biarkan hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan dan kemudian saring airnya lalu minum sekaligus.
Rebusan daun murbei ini juga bermanfaat untuk membersihkan darah jika diminum
secara teratur.
BAB III
KESIMPULAN dan SARAN
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dalam pemanfaatan ekstraksi daun
murbei ini ialah sebagai berikut:
a.
Kadar
konsentrasi pada daun murbei yang dapat menghambat pertumbuhan terhadap bakteri
p.acne sebesar 95%
b.
Cara
pengolahan tanaman murbei yang efektif untuk mengurangi radang kulit radang ialah
dengan cara mengambil
satu genggam daun murbei segar, cuci bersih dan rebus dengan 2 gelas air
biarkan hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan dan kemudian saring airnya lalu minum sekaligus. Rebusan daun
murbei ini juga bermanfaat untuk membersihkan darah jika diminum secara teratur.
3.2 Saran
Beberapa saran yang
dapat disampaikan ialah:
Perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut untuk membuat
sediaan agar lebih memudahkan penggunaan.
Daftar Pustaka
Dwikarya, maria. 2008. Cara Tuntas Membasmi Jerawat. Depok: Kawan Pustaka
Katzung, B.G. 2002. Farmakologi
Dasar dan Klinik edisi 2. Jakarta: Salemba Medika
Martinrosyan, danik., Garth nicolson., dan George Perry.
2013. The
Journal of
Functional Foods Volume 5. Diterjemahkan
dan diakses:
https://www.deherba.com/manfaat-daun-murbei-untuk-aneka-ragam-keluhan.html (8 mei 2017)
Martinrosyan, danik., Garth nicolson., dan George Perry.
2013. Evidence
Based Complement
Alternat Medicine. Diterjemahkan
dan diakses: https://www.deherba.com/manfaat-daun-murbei-untuk-aneka-ragam-keluhan.html
(8 mei 2017)
Sativa, Oryza(2014,
19 januari). Khasiat Daun Murbei untuk
Kesehatan.(online). Diakses:
http://obattradisionalpenyakitamandel.blogspot.co.id/2014/01/khasiat-daun-murbei-untuk
kesehatan.html (8 meii 2017)