Kamis, 15 Juni 2017

PEMANFAATAN EKSTRAKSI TANAMAN MURBEI (Morus alba L.) TERHADAP RADANG KULIT

PEMANFAATAN EKSTRAKSI TANAMAN MURBEI (Morus alba L.)
TERHADAP RADANG KULIT

UTILIZATION OF MULBERRY PLANT (Morus alba L.) EXTRACTS AGAINST SKIN INFLAMMATION

Sania Salsabilla Nurhanna
Jl. Kelapa Sawit 8 bumi berkat kel. Sei Besar Banjarbaru Kalsel
Email: salsabillasania19@gmail.com

ABSTRAK
Tanaman murbei dengan nama lain Morus alba L. adalah salah satu tanaman yang berguna untuk mengatasi peradangan pada kulit yang berjerawat yang disebabkan oleh bakteri p.acne. Selain buahnya yang dapat dikonsumsi langsung, daunya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok ulat sutera. Salah satu kandungan yang terdapat didalam daun murbei dapat dimanfaatkan sebagai antiinflamasi atau anti radang pada kulit yang berjerawat.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar konsentrasi yang terdapat didalam tanaman daun murbei untuk menghambat pertumbuhan bakteri sebesar 95% pada daun tanaman murbei dan 85% pada buah murbei. Cara pengolahan tanaman murbei yang efektif untuk mengurangi radang kulit radang ialah dengan cara mengambil satu genggam daun murbei segar, cuci bersih dan rebus dengan 2 gelas air biarkan hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan dan kemudian saring airnya lalu minum sekaligus. Rebusan daun murbei ini juga bermanfaat untuk membersihkan darah jika diminum secara teratur.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak ethanol daun dan buah murbei dalam beberapa macam konsentrasi dapat menghambat pertumbuhan koloni p.acne. Penghambatan pertumbuhan koloni p.acne ditunjukkan dengan terbentuknya zona hambat pertumbuhan koloni bakteri di sekitar lubang sumuran pada medium nutrien agar yang telah diinokulasi dengan kedua spesies bakteri tersebut. Ke dalam lubang sumuran dimasukkan ekstrak daun murbei dan ekstrak buah murbei dalam beberapa macam konsentrasi, yaitu 0%, 5%, 15%, 25%, 35%, 45%, 55%, 65%, 75%, 85%, dan 95%. Senyawa quersetin dan anthosianin yang merupakan senyawa fenol dapat berikatan dengan protein membran sel bakteri pada bagian ikatan hidrogen, sehingga menyebabkan perubahan struktur protein. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan semipermiabilitas membran sel. Air bersama nutrisi dalam sitoplasma keluar dari sel, sehingga metabolisme seluler terganggu dan ATP yang dihasilkan akan menurun, maka dapat terjadi penghambatan pertumbuhan dan kematian sel bakteri
Kata kunci: daun murbei, radang, jerawat
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dewasa ini, polusi udara semakin meningkat hingga menyebabkan kulit menjadi kering bahkan tidak jarang pula kulit menjadi berjerawat. Polusi membuat kulit rentan teritasi oleh kuman dan bakteri. Kulit yang sensitif dan halus membuat bakteri dengan mudah mengiritasi, salah satu kulit yang sensitif ialah kulit wajah. Kulit yang sensitif membuat bakteri dengan mudah dapat masuk kedalam pori-pori dan menyebabkan iritasi hingga radang. Di zaman modern seperti sekarang ini tidak jarang menemukan produk-produk kecantikan yang menawarkan berbagai macam sediaan untuk mengatasi jerawat. Banyak produk kecantikan menawarkan perawatan dengan harga yang bervariasi. Hal itu membuat beberapa oknum tidak bertanggung jawab membuat produk kecantikan dengan bahan-bahan yang berbahaya tanpa memikirkan efek samping yang akan terjadi.
Tanaman murbei dengan nama lain Morus alba L. adalah salah satu tanaman yang berguna untuk mengatasi peradangan pada kulit yang berjerawat yang disebabkan oleh bakteri p.acne. Selain buahnya yang dapat dikonsumsi langsung, daunya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok ulat sutera. Salah satu kandungan yang terdapat didalam daun murbei dapat dimanfaatkan sebagai antiinflamasi atau anti radang pada kulit yang berjerawat.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah ialah sebagai berikut:
1.      Berapakah konsentrasi yang didapat agar bakteri p.acne terhambat?
2.      Bagaimanakah cara pengolahan tanaman murbei yang efektif untuk mengurangi radang kulit?

C.     Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan penelitian ini ialah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui kadar konsentrasi tanaman murbei agar dapat menghambat pertumbuhan bakteri p.acne.
2.      Untuk mengetahui cara pengolahan tanaman murbei yang efektif untuk mengurangi radang kulit.

BAB II
ISI
Dewasa ini, semakin banyak orang yang mengeluh tentang masalah kulit wajah dan yang paling sering dikeluhkan banyak orang adalah tentang kulit wajah yang berjerawat. Kulit wajah yang sering berjerawat tidak hanya karena pola hidup yang tidak sehat melainkan juga karena bakteri yang hidup dan berkembang di kulit. Telah banyak inovasi-inovasi yang diciptakan untuk mencegah jerawat bahkan tidak sedikit pula klinik-klinik kecantikan yang menawarkan beberapa perawatan termasuk perawatan untuk pencegahan jerawat. Tidak banyak yang tahu, sebenarnya jerawat dapat dihindari dengan cara menghentikan perkembangbiakkan bakteri penyebab jerawat yang menyebabkan terjadinya radang pada kulit dan menjaga pola hidup sehat. Salah satu cara mengatasi dan mencegah timbulnya jerawat ialah dengan menggunakan daun murbei. Murbei sendiri tanaman yang berasal dari Cina dan juga tumbuh di kawasan Asia dan Afrika. Hampir semua bagian dari tanaman murbei memiliki manfaat, tidak hanya buahnya yang manis dan dapat dikonsumsi secara langsung. Buahnya yang manis dan kaya akan vitamin C dapat membuat daya tahan tubuh lebih kuat. Daunnya pun dimanfaatkan para petani ulat sutera sebagai makanan pokok ulat sutera.
Pada tanaman murbei, memiliki sifat kimiawi yang menjadi ciri khas tanaman murbei yaitu daun yang bersifat pahit, manis, dan terasa dingin saat masuk kedalam meridian paru dan hati. Sedangkan buahnya bersifat manis, dingin saat masuk kedalam meridian jantung, hati dan ginjal. Kulit akar bersifat manis, sejuk saat masuk kedalam meridien paru. Ranting pahit, netral, masuk meridien hati. Pada daun murbei kandungan yang didapat dalam flavonoid memiliki khasiat sebagai anti inflamasi yaitu mencegah terjadinya peradangan, selain itu juga dapat mempercepat perbaikan jaringan dan sangat efektif untuk menstimulasi regenerasi sel. Hal ini terbukti dengan adanya pernyataan menurut The Journal of Functional Foods tahun 2013. Ini membuktikan bahwa, daun murbei dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit yang diakibatkan oleh jerawat. (martinrosyan, 2013)

Selain itu, daun murbei juga berkhasiat sebagai anti kanker yang dinyatakan dalam riset Evidence Based Complement Alternat Medicine tahun 2013 yang menyatakan bahwa daun murbei memiliki kandungan anti oksidan memadai untuk bekerja sebagai anti kanker. Kandungan antosianin, quercetin, polifenol, kaemferol dan methanolic acid terbukti bekerja dengan fungsi menghambat terjadinya kerusakan DNA dan kerusakan fungsi regenerasi sel yang bisa memicu terbentuknya sel kanker. Kandungan kimia yang terdapat dalam daun murbei ialah ecdysterone, lupeol, betasitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopolin, alfa, betahexenal, cis b eta hexenol, cis lamdahexenol, benzaidehide, eugenol, lanaloobenzyl alkohol, butylamine, acetone, trigonelline, cholin, adenin, asam amino, asam folat, copper, zinc, vitamin (A,B1,C dan Karoten), asam klorogenik, asam fumarat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol dan juga mengandung phytoestrogens. Kandungan yang terdapat pada tanaman murbei inilah yang membuat murbei memiliki banyak manfaat. (martinrosyan, 2013)
Radang sendiri ialah respon suatu organisme terhadap patogen dan alterasi mekanis dalam jaringan yang berupa rangkaian reaksi yang terjadi pada jaringan yang mengalami cedera, seperti karena terbakar, atau terinfeksi. Radang atau inflamasi adalah satu dari respon utama sistem kekebalan terhadap infeksi dan iritasi. Inflamasi distimulasi oleh faktor kimia (histamin, bradikinin, serotonin, leukotrien, dan prostaglandin) yang dilepaskan oleh sel yang berperan sebagai mediator radang di dalam sistem kekebalan untuk melindungi jaringan sekitar dari penyebaran infeksi. Di kutip dalam Kamus Kedokteran Dorland, radang ialah respon protektif setempat yang ditimbulkan oleh cedera atau kerusakan jaringan, yang berfungsi menghancurkan, mengurangi, atau mengurung baik agen pencedera maupun jaringan yang cedera itu. Selain itu, Menurut Katzung (2002), radang ialah suatu proses yang dinamis dari jaringan hidup atau sel terhadap suatu rangsang atau injury (jejas) yang dilakukan terutama oleh pembuluh darah (vaskuler) dan jaringan ikat (connective tissue). (katzung, 2002)

            Terminologi yang terkait pada peradangan ialah sebagai berikut:
Edema : cairan yang berlebihan dalam jaringan interstisial atau rongga tubuh; dapat berupa eksudat ataupun transudat.
Eksudat : cairan radang ekstravaskular dengan kadar protein yang tinggi dan debris seluler; berat jenisnya di atas 1,020.
Eksudasi : ekstravasasi cairan, protein, dan sel-sel darah dari pembuluh darah ke dalam jaringan interstisial atau rongga tubuh.
Pus : nanah; eksudat radang yang purulen & banyak mengandung sel-sel neutrofil serta debris.
Transudat : cairan ekstravaskular dengan kadar protein yang rendah dan berat jenis di bawah 1,012; pada hakekatnya, transudat merupakan ultrafiltrat plasma darah yang terbentuk karena kenaikan tekanan cairan atau penurunan tekanan osmotik di dalam plasma. (dwikarya, 2008)

Selain membawa dampak buruk, radang juga membawa dampak positif yang dapat befungsi sebagai:
1.      Melokalisasi dan mengisolasi jaringan yang mengalami jejas melindungi jaringan sekitar yang sehat.
2.      Menetralisasi dan inaktifasi zat-zat toksis  yang dihasilkan oleh faktor humoral dan enzim.
3.      Merusak dan membatasi pertumbuhan mikroorganisme yang menginfeksi.
4.      Mempersiapkan daerah yang sakit untuk penyembuhan dan perbaikan. (dwikarya, 2008)

Ada beberapa jenis radang yang sering terjadi salah satunya adalah radang kulit yang sering dikeluhkan oleh banyak orang. Radang kulit ialah suatu gejala pada kulit saat jaringan terinfeksi oleh bakteri atau virus. Ada dua jenis radang yang sering terjadi pada kulit yaitu:
1.      Sebhorrheic dermatitits
2.      Atopic dermatitis (eczema)   (dwikarya, 2008)

Radang pada kulit juga dapat menyebabkan jerawat, jerawat yang disebabkan oleh radang terjadi akibat kantung folikel yang ada didalam dermis menggembung karena berisi lemak padat yang kemudian pecah sehingga menyebabkan serbuan sel darah putih ke sekitar folikel sebasaea. Peradangan yang terjadi akan semakin parah jika bakteri dari luar juga masuk kedalam pori-pori akibat perlakuan yang salah. Radang yang menyebabkan jerawat mempunyai ciri khas berwarna merah, cepat membesar, berisi nanah, dan terasa nyeri. Penyebab kemunculan jerawat sendiri ialah sebagai berikut:
1.      Produksi minyak berlebih
2.      Bakteri
3.      Sel-sel kulit mati yang menumpuk
4.      Faktor hormon
5.      Mengonsumsi minuman bersoda
6.      Adanya tekanan pada kulit (dwikarya, 2008)

jerawat terjadi karena bakteri p.acne mengubah lemak sebum dari bentuk cair menjadi lebih padat sehingga menyebabkan tersumbatnya pori-pori. Ada empat faktor terjadinya penyebab jerawat, yaitu sebagai berikut:
1.      Adanya sumbatan yang terjadi pada pori-pori kulit akibat sebum yang berubah menjadi padat
2.      Meningkatnya produksi sebum akibat pengaruh hormonal, kondisi fisik, dan fisiologi.
3.      Meningkatnya populasi dan aktivitas yang disebabkan oleh bakteri p.acne karena bakteri tersebut terdapat dibawah muara kelenjar sebasea dan memakan lemak sebum.
4.      Reaksi radang yang terjadi akibat serbuan sel darah putih yang pecah.  (dwikarya, 2008)

Sebum dan keringat bermanfaat sebagai pembentuk dan pertahanan pH kulit. Penyebab utama sebum menjadi padat ialah karena melakukan diet tinggi pada lemak dan aktivitasi bakteri yang merubah asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh. Cuaca dan keadaan fisik atau psikis dapat meningkatkan produksi sebum pada kulit. Bendungan kelenjar sebasea akan mengakibatkan pecahnya bendungan kelenjar dan memancing sel darah putih masuk kedalam kelenjar tersebut. (dwikarya, 2008)

Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Utami, dkk. 2012) menyebutkan bahwa hasil analisis data tentang pengaruh perlakuan ekstrak daun dan buah murbei terhadap penghambatan pertumbuhan koloni p.acne dengan ANAVA menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap perlakuan pemberian ekstrak daun dan buah murbei terhadap penghambatan pertumbuhan koloni p.acne. Hasil uji Duncan 5% membuktikan adanya perbedaan pengaruh perlakuan antara ekstrak daun dan ekstrak buah murbei dalam beberapa macam konsentrasi terhadap diameter zona hambat pertumbuhan koloni p.acne. Konsentrasi ekstrak daun murbei yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan p.acne ialah 85%. Konsentrasi ekstrak buah murbei yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan p.acne juga pada konsentrasi 85%. 
Uji Duncan 5% Penghambatan Pertumbuhan Koloni p.acne yang Diperlakukan dengan Ekstrak Daun dan Buah Murbei dalam Beberapa Macam Konsentrasi
Konsentrasi 
Rerata Diameter  Zona Hambat Pertumbuhan 
Notasi 
Buah 0% 
Daun 0% 
Buah 5% 
Daun 5% 
Buah 25% 
Daun 25% 
Buah 15% 
Daun 15% 
Buah 35% 
Daun 35% 
Buah 55% 
Daun 55% 
Buah 45% 
Daun 45% 
Buah 95% 
Daun 95% 
Buah 65% 
Daun 65% 
Buah 75% 
Daun 75% 
Buah 85% 
Daun 85% 
0,7000 
0,7000 
0,7000 
0,7000 
2,2500 
1,4000 
2,7500 
0,5000 
3,5000 
0,9750 
3,5750 
2,5500 
4,0000 
1,7500 
4,1250 
2,7250 
4,5000 
2,3000 
4,5000 
2,2500 
5,0750 
2,5250 
a  a  a  a  b  b  b  a  c 
a  c  e  d  c  d  e  d  e  d  d  e  e 

Berbagai jenis tumbuhan telah dimanfaatkan oleh manusia sejak lama sebagai bahan obat herbal. Beberapa macam penyakit dapat diobati dengan obat herbal. Salah satunya ialah daun dan buah murbei yang telah dimanfaatkan untuk mengobati beberapa macam penyakit. Dalam ekstrak ethanol daun murbei terkandung senyawa quersetin dan anthosianin yang termasuk dalam kelompok glikosida flavonoid. Senyawa ini bersifat antibakteri.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak ethanol daun dan buah murbei dalam beberapa macam konsentrasi dapat menghambat pertumbuhan koloni p.acne. Penghambatan pertumbuhan koloni p.acne ditunjukkan dengan terbentuknya zona hambat pertumbuhan koloni bakteri di sekitar lubang sumuran pada medium nutrien agar yang telah diinokulasi dengan kedua spesies bakteri tersebut. Ke dalam lubang sumuran dimasukkan ekstrak daun murbei dan ekstrak buah murbei dalam beberapa macam konsentrasi, yaitu 0%, 5%, 15%, 25%, 35%, 45%, 55%, 65%, 75%, 85%, dan 95%.
Senyawa quersetin dan anthosianin yang merupakan senyawa fenol dapat berikatan dengan protein membran sel bakteri pada bagian ikatan hidrogen, sehingga menyebabkan perubahan struktur protein. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan semipermiabilitas membran sel. Air bersama nutrisi dalam sitoplasma keluar dari sel, sehingga metabolisme seluler terganggu dan ATP yang dihasilkan akan menurun, maka dapat terjadi penghambatan pertumbuhan dan kematian sel bakteri.
Konsentrasi ekstrak daun murbei yang pailng efektif dalam menghambat pertumbuhan terhadap p.acne ialah 95%. Adapun konsentrasi ekstrak buah murbei yang paling efektif baik terhadap p.acne ialah 85%. Efektivitas daya antibakteri baik ekstrak daun maupun ekstrak buah murbei cenderung meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak.(utami, 2012)
Cara pengolahan tanaman murbei yang efektif untuk mengurangi radang ialah dengan cara mengambil satu genggam daun murbei segar, cuci bersih dan rebus dengan 2 gelas air biarkan hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan dan kemudian saring airnya lalu minum sekaligus. Rebusan daun murbei ini juga bermanfaat untuk membersihkan darah jika diminum secara teratur.


BAB III
KESIMPULAN dan SARAN
3.1  Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dalam pemanfaatan ekstraksi daun murbei ini ialah sebagai berikut:
a.       Kadar konsentrasi pada daun murbei yang dapat menghambat pertumbuhan terhadap bakteri p.acne sebesar 95%
b.      Cara pengolahan tanaman murbei yang efektif untuk mengurangi radang kulit radang ialah dengan cara mengambil satu genggam daun murbei segar, cuci bersih dan rebus dengan 2 gelas air biarkan hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan dan kemudian saring airnya lalu minum sekaligus. Rebusan daun murbei ini juga bermanfaat untuk membersihkan darah jika diminum secara teratur.
3.2  Saran
Beberapa saran yang dapat disampaikan ialah:
Perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut untuk membuat sediaan agar lebih memudahkan penggunaan.








Daftar Pustaka

Dwikarya, maria. 2008. Cara Tuntas Membasmi Jerawat. Depok: Kawan Pustaka
Katzung, B.G. 2002. Farmakologi Dasar dan Klinik edisi 2. Jakarta: Salemba Medika
Martinrosyan, danik., Garth nicolson., dan George Perry. 2013. The Journal of
Functional Foods Volume 5. Diterjemahkan dan diakses: https://www.deherba.com/manfaat-daun-murbei-untuk-aneka-ragam-keluhan.html (8  mei 2017)
Martinrosyan, danik., Garth nicolson., dan George Perry. 2013. Evidence Based Complement
Alternat Medicine. Diterjemahkan dan diakses: https://www.deherba.com/manfaat-daun-murbei-untuk-aneka-ragam-keluhan.html (8 mei 2017)
Sativa, Oryza(2014, 19 januari). Khasiat Daun Murbei untuk Kesehatan.(online). Diakses: